Ada 2 plihan Variasi mesin yaitu Skyactiv-G 1.500 cc dan 2.000 cc.
Kelebihan yang dimiliki New Mazda CX-3 yaitu :
Ruang Kabin Belakang Sempit, jadi New Mazda CX-3 lebih cocok untuk pengguna keluarga muda dan melakukan perjalanan dengan barang bawaan yang tidak terlalu banyak.
Berdasarkan hasil survey pasar mobkas, Mazda CX-3 memiliki harga jual sangat tinggi di pasaran mobil bekas. Contoh :
Sumber : OLX Indonesia
4.275 mm P x 1.765 mm L x 1.535 mm T
| Mazda CX-3 Touring | 399.000.000 |
| Mazda CX-3 Kuro | 417.700.000 |








Mazda CX-3 SUV – Desain eksterior memukau dari depan sampai belakang. Sosok atapnya yang rendah dan melandai membuat ia tampak lebih sporty serta berkelas. Lampu depan, lampu belakang mobil ini sudah menggunakan LED. Di depan juga sudah ada DRL. Dan lampu sen ini secara unik ditempatkan di bawah berdekatan dengan fog lamp-nya juga unik dan sudah LED juga. Dari depan dia memang menggunakan bahasa desain kodo dari Mazda sehingga memang grill, lampu itu terlihat mirip dengan Mazda-Mazda Skyactiv lainnya. Tapi dari samping dia terlihat sangat berbeda.
Profilnya begitu atletis dan yang menggambarkan dia sebuah SUV atau crossover adalah fender yang berwarna hitam ini serta berbicara mengenai SUV atau crossover kalau anda lihat dia itu tidak terlalu tinggi mobilnya sehingga menimbulkan kesan yang ini memang bukan SUV tapi sebuah crossover yang sporty garis-garis bodinya ini juga mengalir dengan dinamis, dengan kodo desain yang diciptakan supaya mobil itu terlihat dinamis walaupun dia sedang berhenti.
sekarang kita ke bagian belakang anda juga bisa lihat pilar C nya ini sangat unik dan dicat hitam sehingga dia terlihat seperti ini kaca semua dan bagian belakangnya juga itu terasa berpadu serasi dengan samping dan depan membuat ini adalah pemain di kelasnya yang paling cantik menurut saya sebelumnya ada Honda HR-V yang kita juga sangat suka dengan desainnya tapi begitu disandingkan dengan mobil ini maka terlihat bahwa ini lebih modern Inilah yang membuatnya istimewa, perkasa, tapi sekaligus juga mahal karena mesin yang digunakan kapasitasnya cukup besar, 2000 cc.
Tapi memang tenaga yang dihasilkan juga terbesar di kelasnya, 148 PS dan torsi 192 Nm. Istimewanya mesin Skyactiv ini adalah memiliki kompresi rasio yang tinggi. Dia tercatat rasio kompresinya 13 banding 1 yang Biasanya itu harus memakai oktan 98 atau 100, tapi tidak. Karena desain piston yang unik dari Mazda, kompresi setinggi itu bisa hanya menggunakan bahan bakar minimal oktan 90 atau Pertalite. Dan mesin itu juga menyalurkan tenaganya ke dua roda depan melalui transmisi 6-speed Skyactiv dari Mazda. Ini bukan transmisi dual clutch, bukan juga transmisi CVT, dia adalah 6-speed konvensional. Tapi Mazda membuatnya sangat sedikit slip-nya serta permindahan giginya cepat. Nanti kita coba bagaimana efektivitas dari mesin serta transmisi ini. Oh iya.
satu lagi. Air intake juga ditempatkan di posisi yang teratas dari mobil Sehingga mustinya melewati banjir sampai sebatas grill ini masih aman Untuk CX-3. Kuncinya sama seperti Mazda yang lain Dan dia adalah smart keyless entry Sehingga anda tinggal tekan tombol untuk membukanya Tapi kalau anda mau menguncinya Anda tidak perlu menekan tombol lagi Anda tinggalkan mobil saja dengan kunci ini Dan dia secara otomatis mengunci Dia sudah tidak bisa dibuka lagi Sekarang kita lihat dalamnya. Perbedaan dimensi, tapi secara model, secara tombol-tombol, instrumen itu semua,
interior yang paling berkualitas Bahannya ini empuk, jahitan-jahitan asli, ada jahitan hitam, ada jahitan merah yang membuat dia terasa mahal Kursinya juga ini partly leather, jadi semi leather di pinggir-pinggirnya, di tengahnya ini ada suede Lantas, model yang kami coba ini Stirnya memang tidak seperti yang anda bisa beli di showroom.
Stirnya sekarang itu sudah berbeda sedikit Bentuknya terutama di tombol cruise control, tapi tidak ada yang signifikan AC Ini adalah AC sebenarnya climate control Yang anda bisa memilih suhu, tapi dia tidak ada display digitalnya Jadi semuanya analog Memang tidak terlihat canggih, tapi menggunakannya mudah MZD Connect juga hadir disini dengan pengontrol macam iDrive BMW.
Konsol yang bisa mengatur berbagai hal dari mobil juga sudah ada sistem navigasi tersedia di MZD Connect ini. Rem tangan masih manual, belum menggunakan elektrik. Serta untuk hiburan, itu CD ada di bagian bawah serta tersedia dua buah USB slot. Dan satu slot 12V sehingga akan memudahkan Anda untuk menge-charge gadget. Kemudian juga ada tombol AUX di sini. Serta setir, ini walaupun berbeda desainnya saya bilang tadi, tapi Sangat lengkap, tombol-tombolnya, tombol audio, MID, pengaturannya di sini, koneksi telpon juga pengaturannya di sini, voice command, serta cruise control.
Di belakang juga ada paddle shift. Wiper itu juga sudah menggunakan sensor hujan, serta lampu juga menggunakan auto headlight, sehingga dia bisa menyala sendiri ketika sudah gelap. Di kanan, ini ada beberapa tombol fitur lainnya, I-stop, kemudian Traction Control untuk mematikan serta Blind Sport Warning ini juga ada di sini tombolnya dia juga tetap mempertahankan pedal model organ.
Memindahkan kaki dari gas ke rem itu juga lebih mudah dan nyaman karena ada tumpuan untuk tumit anda.
untuk tipe Grand Touring dia sudah dilengkapi dengan Sunroof tapi bukan itu saja bedanya Saya tadi sudah catat bedanya untuk yang Grand Touring dibandingkan Touring Jadi dia ada dua varian Grand Touring yang termahal Untuk Grand Touring dia sudah mempunyai sunroof, bannya 18 inci Sedangkan untuk yang Touring itu masih 16 inci, grill radiator untuk yang Grand Touring itu berwarna silver Serta side garnishnya sudah dengan warna yang cerah Serta dia stirnya juga sudah kulit kalau Grand Touring Dan display ini hanya untuk Grand Touring juga kemudian tachometer, nah ini yang berbeda karena tachometer yang di Grand Touring itu sama seperti Mazda 2 di GT dimana speedometernya itu digital Takometernya analog yang membuatnya terlihat sporty Sedangkan kalau yang di tipe Touring itu dia masih menggunakan takometer digital Bentuknya sama, tapi motif di dalamnya itu beda yang lebih sporty yang GT Serta dia juga ada leather seat untuk yang GT sedangkan yang di Touring itu belum Dan airbag, kalau untuk di tipe Grand Touring itu ada 6 buah airbag Sedangkan untuk di Touring itu hanya 2 di depan Kemudian untuk Grand Touring dia juga sudah dilengkapi dengan Adaptive Front Lighting System serta Blind Spot Monitoring yang itu juga belum ada di tipe Touring.
setir juga bisa diatur tilt dan teleskopik sehingga ini menambah posisi berkendara yang kita lihat kabin belakangnya dan ini adalah kursi yang sudah disesuaikan dengan posisi mengemudi saya, saya 177 cm dan Anda bisa lihat hampir tidak ada lagi legroom, tersisa sangat sedikit memang dia menyanggap paha dengan baik, tapi ini spacenya mungkin mirip dengan Mazda 2 dia juga tidak dilengkapi dengan sandaran tangan AC juga tidak ada di tengah, serta cup holder itu hanya 2 di belakang, 1 di pintu kiri dan 1 di pintu kanan secara total kepraktisan mobil ini juga biasa saja karena dia hanya ada satu penyimpanan tertutup sedangkan di konsol tengah hanya ada satu penyimpanan terbuka dan satu di bawah CD serta di pintu pintu depan itu masih agak besar spasenya tapi di pintu belakang ini hanya untuk cup holder tidak banyak yang bisa dilakukan di belakang dan tidak lega juga spasenya spasenya kepala memang memadai tapi untungnya jog ini empuk dan dia Cukup menyanggap badan dengan baik, menyanggap paha Tapi dalam hal space, Riva-nya masih jauh lebih baik Bisa dibilang kalau dalam hal akomodasi CX-3 bukanlah yang paling unggul di kelasnya Bahkan bagasinya juga terbatas Pada saat bangku itu tegak semua, Mazda CX-3 hanya menyisakan space bagasi 264 liter, yang artinya jauh dibawah rivalnya Honda HR-V yang bisa mencapai lebih dari 400 liter.
Dibawah bagasi itu ada ban serap temporary, yang bisa anda gunakan 80 km per jam dan berjalan 150 km maksimal sebelum melakukan penggantian ban dia dilengkapi juga dengan back serta pada saat jok belakang itu dilipat barulah anda memiliki space yang memadai yang mencapai 1000 liter lebih sedikit kenapa space bagasi belakang ini kecil karena dia melandai atapnya serta dia juga overhang belakangnya itu tidak terlalu panjang membuat dia adalah salah satu pemain di kelasnya yang bagasinya paling kecil akan tetapi satu yang selalu menjadi daya tarik Mazda saat ini adalah keasikan berkendaranya konsep Jinba Itai dimana pengemudi bisa merasa menyatu dengan kendaraannya selalu dipegang teguh oleh Mazda kami pun segera menjalankan CX-3 ini untuk melihat apakah crossover dengan ukuran mungil ini bisa melanjutkan ciri khas tersebut ternyata iya mobil ini memiliki stir yang sangat presisi dan memberi feedback yang baik kemudian posisi duduk juga sangat ergonomis dan pengendaliannya luar biasa dia benar-benar gripnya itu sangat baik dan presisi padahal mobil ini belum dilengkapi dengan G-Factoring Control karena ini adalah unit tes yang pertama kali datang ke tanah air sedangkan unit yang anda beli dari showroom itu nanti sudah memakai G-Factoring Control yang membuat pengendalian akan lebih presisi karena diatur oleh komputer arah dari mobil serta koreksi setir juga lebih sedikit mesin yang digunakan ini juga terasa responsif bahkan dari injakan gas sedikit itu sudah langsung memberi tenaga yang positif serta di malam hari itu anda juga akan terbantu oleh lampu depannya yang putih dan terang serta dia juga bisa berbelok sesuai dengan arah setir karena ini sudah menggunakan adaptive front lighting system secara overall pengendaraannya juga sangat halus serta kalau Anda ingin agresif Anda tinggal masukkan ke mode sport dan langsung memberikan efek nyata karena begitu saya aktifkan tuas di bawah tuas transmisi ini itu langsung posisi gigi turun dan respons juga terasa lebih nyata jadi bukan sport mode yang hanya tempelan saja dan ketika berakselerasi penuh baru terasa tapi ini sejak bawah itu juga sudah terasa ketika Anda mengaktifkan sport mode Sulit untuk percaya kalau mobil ini sekelas dengan HR-V atau Juke. Bahkan dibandingkan Outlander yang 2000cc sekalipun, mobil ini terasa berada di kelas diatasnya. Hal itu didukung juga oleh akselerasi memukau. 0-100 km per jam tuntas dalam 8,9 detik. Hasil pengetesan kami sendiri di Indonesia. dan hebatnya dengan akselerasi yang sekuat itu bahkan terkuat di kelasnya konsumsi bahan bakarnya juga sangat hemat di dalam kota tercatat dia 12,8 km per liter sedangkan di tol dengan kecepatan rata-rata 90 km per jam itu bisa mencatat 19,5 km per liter dan di 100 km per jam mesin juga hanya berputar 2100 rpm yang membuat dia terasa halus dan hemat konsumsi bahan bakar di tolnya sedangkan di dalam kota tadi kami mengambil sampel dengan kecepatan rata-rata 22 km per jam Hematnya itu juga salah satunya diakibatkan oleh adanya fitur Eye Stop yang mematikan mesin setiap kali kita berhenti di kemacetan atau di lampu lalu lintas. Selain Eye Stop, CX-3 juga mengusung beberapa fitur Eye Active Sense. dia memiliki kamera parkir kemudian saat anda mundur juga ada rear cross traffic alert yang mengingatkan anda kalau ada mobil dari belakang samping serta dia juga ada blind spot assist ketika anda mau berpindah jalur dan ada mobil di blind spot serta dia juga ada SCBS Smart City Brake Support jadi kalau misalnya anda lupa mengeram seperti ini dia mengeram sendiri dan anda terhindar dari menabrak mobil di depan asal Itu tidak lebih dari 30 km per jam, jadi itu didesain untuk ketika Anda berjalan di lalu lintas yang padat. Well, so far so good. Tapi bagaimana dengan bantingan suspensinya? Mazda biasanya keras yang Skyactiv yang baru, makanya pengendaliannya bagus. Tapi ini tidak. Ini pengendaliannya bagus. tapi dengan suspensi yang masih lunak terutama di depan di depannya itu terasa lembut suspensinya di belakang memang sedikit keras karena untuk mengakomodir muatan barang atau orang jika penuh tapi secara overall mobil ini memiliki suspensi yang nyaman akan tetapi mobil ini juga tidak luput dari beberapa kelemahan yang pertama adalah kalau anda duduk di belakang anda akan mendapati kaca itu tinggi dan kecil kacanya di samping itu memang demi desain yang menarik memang sedikit ada rasa claustrophobic di belakang berasa lebih sempit kemudian yang kedua kelemahannya adalah memang MZD Connect ini sangat baik tapi mungkin sudah saatnya sekarang Mazda itu mempertimbangkan untuk Apple CarPlay atau Android Auto apalagi Mazda biasanya selalu yang terdepan di masalah konektivitas di kelasnya kemudian yang kami tidak begitu suka berikutnya adalah kelaksonnya mobil ini desainnya sudah bagus performanya juga kuat tapi ketika anda mengklaxon bunyinya he he he he Kemudian satu lagi adalah yang agak mengganggu HUD Head Up Display-nya Memang sangat membantu kalau kita butuhkan Tapi kalau tidak kita butuhkan Kita ingin melihat yang clear ke depan Itu dia tidak bisa dilipat Padahal sebenarnya dia bisa melipat Tapi tidak bisa dimatikan sendiri Harus kita matikan mesin baru bisa melipat Untungnya HUD ini ada kegunaan lain Kalau Anda ingin navigasi yang bisa membaca kemacetan Kan navigasi standar mobil tidak bisa membaca kemacetan Biasanya Anda pakai Waze atau Google Maps Dan Anda bisa Tarok bersandar di HUD ini Pas Lantas jangan lupakan juga harganya yang cukup mahal Tipe Touring yang merupakan tipe terendah dijual 388 juta rupiah Sedangkan tipe Grand Touring atau GT seperti mobil tes kami kali ini dijual seharga 435 juta rupiah Ya harga itu tentu karena ada pengaruh pajaknya yang Tidak bersahabat dengan mobil ini karena mesinnya 2000cc Dia juga ada 1500 diesel sebenarnya di luar Tapi itu tidak bisa dimasukkan ke sini karena isu bahan bakar yang belum sesuai untuk mesin Skyactiv diesel itu Artinya dengan harga 388 juta rupiah untuk tipe Touring dan 435 juta rupiah untuk tipe Grand Touring.
Website Mazda Dealer Jakarta – PT Sun Motor Jakarta. Cover Area Tangerang, Bogor, Bekasi, Depok dan seluruh kota di Indonesia
Temukan dan ikuti kami, Authorized Mazda Dealer Jakarta
All rights reserved 2026 © Mazda Jakarta.